| Salakinase |
|
|
|
PULIH DARI STROKE, IBADAH PUN LANCAR (2006)Nama : Suni ”...Saya mempunyai riwayat darah tinggi, dengan tekanan darah 200/120mmHg, sejak tahun 1998. Pada tahun 2001 saya pernah diopname di salah satu rumah sakit karena serangan jantung. Pada bulan Mei 2006 saya kembali terkena stroke akibat darah tinggi yang saya derita. Waktu itu tubuh sebelah kanan saya lumpuh dan sulit untuk digerakan. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari sangat sulit, bahkan ibadah sholat pun harus saya lakukan dalam posisi berbaring. Setelah saya minum Salakinase, sebanyak 8 kapsul lunak per hari selama 5 hari, keadaan saya berangsur-angsur pulih. Ibadah sholat sudah bisa saya lakukan dengan sempurna. Tekanan darah saya pun turun 140/80mmHg. Terima kasih Pera-pera...” BERANGSUR PULIH SETELAH STROKE DUA KALI (2006)Nama : Farid Effendi “...Pada bulan September 2001 saya mengalami serangan stroke dan dirawat selama 9 hari di RSUD Gatot Subroto. Sekeluarnya dari rumah sakit, dokter menganjurkan agar saya minum obat sampai seumur hidup, tetapi saya menolak. Sebagai gantinya saya berobat ke dokter lain, dilanjutkan dengan pengobatan alternatif selama 3 tahun. Pada bulan November 2005, ketika saya sedang makan makanan siap saji, saya mengalami serangan stroke untuk yang kedua kalinya. Setelah serangan yang kedua kalinya tersebut, saya sulit berjalan karena kaki saya terasa berat untuk digerakkan. Setelah mengonsumsi Salakinase, sebanyak 2 kapsul dalam 3 hari, saya sudah mulai bisa berjalan, pusing-pusing yang sering saya alami juga mulai berkurang. Terima kasih pera-pera...” SALAKINASE MEBANTU PEMULIHAN DARI STROKE SAYA (2006)Nama : Sri Suprapti “...Saya mendapatkan serangan stroke pada tanggal 17 Januari 2005. Sejak saat itu saya berobat ke dokter untuk mengobati penyakit tersebut. Sampai saat ini sudah ada perbaikan, tetapi tangan kanan saya masih terasa lemah dan dingin. Setelah minum Salakinase, sebanyak 2 kapsul per hari selama 3 hari, saya mulai merasakan perubahan. Tangan kanan yang sebelumnya lemah sekarang sudah dapat mendorong/menutup pintu, suatu hal yang tidak dapat saya lakukan sebelumnya...” |