| Info Penyakit Kardiovaskular: Data WHO 2006 |
|
|
|
Apakah yang disebut dan digolongkan sebagai penyakit kardiovaskular?Penyakit-penyakit Kardiovaskular meliputi penyakit jantung koroner (heart attacks), penyakit serebrovaskular, peningkatan tekanan darah (hipertensi), penyakit penyumbatan pembuluh darah tepi, penyakit jantung rematik, penyakit jantung kongenital, dan gagal jantung.Secara global, penyakit-penyakit kadiovaskular merupakan penyebab kematian nomer satu dan diperkirakan akan bertahan. Suatu perkiraan menyatakan bahwa, 17,5 juta penduduk meninggal pada tahun 2005 dikarenakan penyakit ini, yang mewakili 30% dari seluruh kematian diseluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 7,6 juta kematian karena penyakit jantung koroner, dan 5,7 juta kematian disebabkan oloeh karena stroke. 80% kematian, terjadi di dunia-dunia dengan pendapatan rendah dan menengah. Diperkirakan pada tahun 2015, 20 juta penduduk dunia akan meninggal disebabkan penyakit-penyakit kardiovaskular (terutama karena serangan jantung dan stroke) ![]() Apakah penyebab serangan jantung dan stroke?Serangan jantung dan stroke terutama disebabkan adanya penyumbatan di aliran darah yang menuju ke jantung atau ke otak. Penyebab terbanyak adalah penimbunan lemak di dinding dalam pembuluh darah. Pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku, dan dapat menyebabkan penyumbatan darah. Ketika hal ini terjadi, aliran darah ke jantung dan ke otak menjadi terganggu.Apakah gejala-gejala awal dari penyakit kardiovaskular?
1. Serangan jantung dan stroke adalah penyakit yang paling sering menyebabkan kematian, tetapi dapat dicegah. 2. Lebih dari 80% kematian yang disebabkan karena penyakit kardiovaskular terdapat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan insidensi pada pria dan wanita adalah sama. Kejadian penyakit kardiovaskular pada wanita meningkat saat setelah menopause. 3. Merokok, diet yang tidak sehat, dan kurangnya olahraga meningkatkan risiko penyakit serangan jantung dan stroke. 4. Berhenti merokok dapat mengurangi kejadian serangan jantung dan stroke. 5. Melakukan aktivitas fisik harian minimal 30 menit setiap hari, akan membantu pencegahan serangan jantung dan stroke. 6. Mengonsumsi paling tidak 5 jenis sayur-mayur dan buah-buahan perhari, pembatasan konsumsi garam hingga kurang dari 1 sendok teh perhari, juga dapat mencegah risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. 7. Penyakit tekanan darah tinggi, tidak memiliki gejala, tetapi dapat secara tiba-tiba menyebabkan stroke dan serangan jantung. Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. 8. Penyakit diabetes juga meningkatkan risiko penyakit serangan jantung dan stroke. Jika melakukan kontrol kadar gula dan tekanan darah secara rutin, juga dapat meminimalisasi risiko. 9. Kelebihan berat badan, juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Pertahankan berat badan, lakukan aktivitas fisik yang rutin dan teratur, dan konsumsi makanan yang sehat. 10. Serangan jantung dan stroke dapat terjadi secara tiba-tiba, dan akan berakibat fatal jika tidak ada asisten yang dapat memperhatikan secara segera. Sumber: WHO data on file. Cardiovascular disease 2006. Available From: URL: http://www. who.int/cardiovascular_diseases/en/ |